Iistana coklat
SEJARAH COKLAT
Penemuan terakhir juga menyebutkan, konsumsi coklat telah menjadi
kebiasaan sejak 1.500 tahun lalu, setelah ditemukan keramik tempat minum
coklat di pemakaman suku Mayan di Rio Azul, Guatemala. Penikmat minuman
coklat di awal sejarah ini adalah bangsa Mesoamerika yang ada di
Amerika tengah, bagian dari koloni Spanyol. Proses pembuatannya
dilakukan dengan cara fermentasi buah kakao sehingga menghasilkan
minuman bernama chica. Minuman ini hingga kini masih dihidangkan oleh
warga tribal Amerika Selatan.”Orang Mesoamerika sebelum zaman Columbus
telah mengembangkan minuman coklat dengan rasa yang lebih baik, tapi
kerabat mereka di Amerika Selatan lebih suka bir,” ungkap Henderson.
Minuman coklat tanpa gula menjadi pusat elemen kebudayaan Mesoamerika
termasuk bangsa Aztek. Dari bangsa inilah kemudian orang Eropa belajar
mengembangkan coklat di abad ke-16.
Kata coklat berasal dari xocoatl (bahasa suku Aztec) yang berarti
minuman pahit. Suku Aztec dan Mayan di Mexico percaya bahwa Dewa
Pertanian telah mengirimkan coklat yang berasal dari surga kepada
mereka. Nama ilmiah dari pohon coklat adalah “Theobroma Cacao” yang
berarti “makanan para dewa”. Orang-orang Indian mexico menyebut kakao
dengan nama “chocolate” yang berasal dari kata “choco” yang berarti busa
(foam) dan “atl” yang berarti air. Pada tahun 1519, Hernanco Cortez
mencicipi “Cacahuatt”, minuman coklat yang disukai oleh Montezuma II,
raja terakhir suku Aztec. Cortez memperhatikan bahwa orang-orang Aztec
menganggap biji coklat ini sebagai harta yang tak ternilai. Kemudian,
Cortez membawa biji coklat kembali ke Spanyol antara tahun 1502-1528 dan
oleh orang-orang Spanyol minuman pahit tersebut dicampur gula sehingga
rasanya lebih enak dimana minuman coklat dibuat, disajikan panas dengan
tambahan pemanis. Resep tersebut dirahasiakan, dan hanya bangsawan saja
dapat menikmatinya. Lama-kelamaan, rahasia tersebut terbuka dan
kemasyuran minuman tersebut tersebar ke negara lain. Coklat kemudian
menyebar ke Perancis, Belanda dan Inggris. Pada tahun 1765 didirikan
pabrik coklat di Massachusetts AS. Pada tahun 2000, konsumsi produk
coklat dunia diperkirakan mencapai 5 juta ton. Dalam perkembangannya
coklat tidak hanya menjadi minuman tetapi juga menjadi snack yang
disukai anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Menurut kepercayaan suku
Mayan, coklat adalah makanan para dewa. Rasa asli biji coklat
sebenarnya pahit akibat kandungan alkaloid, tetapi setelah melalui
rekayasa proses dapat dihasilkan coklat sebagai makanan yang disukai
oleh siapapun.
coklat-chocolate.blogspot.com/2008/02/sejarah-coklat-2.html
Manfaat Coklat bagi Kesehatan Kata coklat berasal dari xocoatl
(bahasa suku Aztec) yang berarti minuman pahit. Suku Aztec dan Maya di
Mexico percaya bahwa Dewa Pertanian telah mengirimkan coklat yang
berasal dari surga kepada mereka.
Diduga antioksidan fenol yang terkandung dalam coklat adalah penyebab
mengapa mereka bisa berusia lebih panjang.Coklat mempunyai kemampuan
untuk menghambat oksidasi kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan
meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, sehingga dapat mencegah risiko
penyakit jantung koroner dan kanker.
Tetapi studi di Universitas Harvard ini menunjukkan bahwa jika Anda
mengimbangi konsumsi permen coklat dengan aktivitas fisik yang cukup dan
makan dengan menu seimbang, maka dampak negatip permen coklat tidak
perlu terlalu dikhawatirkan.
Rasa asli biji coklat sebenarnya pahit akibat kandungan alkaloid,
tetapi setelah melalui rekayasa proses dapat dihasilkan coklat sebagai
makanan yang disukai oleh siapapun. Meski coklat mengandung lemak tinggi
namun relatif tidak mudah tengik karena coklat juga mengandung
polifenol (6%) yang berfungsi sebagai antioksidan pencegah
ketengikan.Lemak pada coklat, sering disebut cocoa butter, sebagian
besar tersusun dari lemak jenuh (60%) khususnya stearat. Tetapi lemak
coklat adalah lemak nabati yang sama sekali tidak mengandung kolesterol.
Untuk tetap menekan lemak jenuh agar tidak terlalu tinggi, ada baiknya
membatasi memakan cokelat hanya satu batang saja per hari dan mebatasi
mengkonsumsi suplement atau makanan lainnya yang mengandung catechin
seperti apple dan teh. Dalam penelitian yang melibatkan subyek manusia,
ditemukan bahwa konsumsi lemak coklat menghasilkan kolesterol total dan
kolesterol LDL yang lebih rendah dibandingkan konsumsi mentega ataupun
lemak sapi.
Kandungan stearat yang tinggi pada coklat disinyalir menjadi penyebab
mengapa lemak coklat tidak sejahat lemak hewan.Tidak ada anjuran gizi
yang pasti untuk ini, namun demikian makan coklat 2-3 kali seminggu atau
minum susu coklat tiap hari kiranya masih dapat diterima.Makan coklat
tidak akan menimbulkan kecanduan, tetapi bagi sebagian orang rasa coklat
yang enak mungkin menyebabkan kerinduan untuk mengkonsumsinya kembali.
Hal ini juga sering dikaitkan dengan kandungan phenylethylamine yang
adalah suatu substansi mirip amphetanine yang dapat meningkatkan serapan
triptofan ke dalam otak yang kemudian pada gilirannya menghasilkan
dopamine.
Konon Raja Montezuma di jaman dahulu selalu mabuk minuman coklat
sebelum menggilir harem-haremnya yang berbeda setiap malam.Seandainya
mereka tahu bahwa coklat mengandung katekin lebih tinggi daripada teh,
mungkin mereka akan menganjurkan mandi lulur dengan coklat.
Manfaat Coklat bagi Kesehatan Kata coklat berasal dari xocoatl
(bahasa suku Aztec) yang berarti minuman pahit. Suku Aztec dan Maya di
Mexico percaya bahwa Dewa Pertanian telah mengirimkan coklat yang
berasal dari surga kepada mereka.
Coklat juga mengandung theobromine dan kafein. Kedua substansi ini
telah dikenal memberikan efek terjaga bagi yang mengkonsumsinya. Oleh
karena itu ketika kita terkantuk-kantuk di bandara atau menunggu antrian
panjang, makan coklat cukup manjur untuk membuat kita bergairah
kembali.
Produk coklat cukup beraneka ragam. Misalnya, ada coklat susu yang
merupakan adonan coklat manis, cocoa butter, gula dan susu. Selain itu
ada pula coklat pahit yang merupakan coklat alami dan mengandung 43%
padatan coklat. Coklat jenis ini bisa ditemukan pada beberapa produk
coklat batangan.
Belum ada bukti bahwa coklat menimbulkan jerawat. Coklat juga tidak
bisa dikatakan sebagai penyebab utama munculnya plaque gigi karena
plaque gigi juga bisa timbul pada orang yang mengkonsumsi makanan biasa
sehari-hari. Hanya saja coklat perlu diwaspadai, khususnya bagi
orang-orang yang rentan menderita batu ginjal. Konsumsi 100 g coklat
akan meningkatkan ekskresi oksalat dan kalsium tiga kali lipat. Oleh
karena itu kiat sehat yang bisa dianjurkan adalah minumlah banyak air
sehabis makan coklat.